Oleh: Worksite Pelita Hati | Mei 15, 2011

Pintu Harapan dan Kesedihan

“Apabila anda ingin Allah swt membuka pintu harapan padamu, maka lihatlah apa yang dianugerahkan dariNya kepadamu. Dan apabila anda ingin Allah membuka pintu kesedihan padamu, maka lihatlah apa yang engkau lakukan bagiNya.” Harapan dan kesedihan, adalah dua hal yang terus berdampingan. Karena adanya harapanlah, seseorang mulai optimis dan terbuka masa depannya. Khususnya masa depan dengan Sang Pencipta.

Namun, sepanjang  yang disebut harapan, semata juga karena dibuka oleh Allah swt, berupa kepatuhan dan ketaatan kita. Apa pun yang dari Allah swt, senantiasa membuka harapan kita, karena seluruh ketaatan kita, kebajikan kita, semuanya dari Allah,  bukan dari diri kita.

Namun juga sebaliknya, bila kita mengingat apa yang ada pada kita berupa kontra dengan Allah Swt, kemaksiatan dan dosa-dosa kita, pastilah kita akan sedih dan duka. Bahkan kalau toh kita menengok masa lalu kita, kita tetap saja sedih, karena apa yang kita berikan kepadaNya, tak ada apa-apanya, apalagi jika dibanding yang yang datang dari Allah swt kepada kita.
Oleh sebab itu beliau melanjutkan:

“Kadang-kadang Allah memberikan makna guna kepadamu dalam kelamnya Qobdh (Genggaman Ilahi yang mencekam), yang tidak anda dapatkan maknanya ketika anda dalam suasana kelapangan siang  hari (seperti siang yang terang).”

Betapa seringnya kita raih hikmah-hikmah yang menghantar kita untuk taqarrub kepadanya dibalik cobaan yang mencekam, yang kita tidak dapatkan ketika kita diberi kelapangan dada, kemudahan dan kesehatan dan murahnya rizki anda.

Disinilah para ‘arifun lebih memilih meraih Qabdhnya Allah dibanding suasana lapang dan mudah dariNya. Sebab betapa seringnya orang tergelincir karena kemudahan dan kelapangan. Sedangkan ketika diberi cobaan, hatinya remuk redam dalam sikap ubudiyah kepadaNya, penuh rasa hina dina, fakir, tak berdaya dan lemah.

sumber


Responses

  1. mensyukuri nikmat yang telah ada adalah adalah bukti harapan masa lalu

  2. Mantaffff

  3. Mohon mencantumkan sumber nya, saudaraku. karena ini menyangkut hak cipta. (sufinews.com)

    • terima kasih atas silaturahminya
      sebelumnya mohon maaf bila bila kamitidak mencamtukan sumbernya karena kelupaan biasanya kami memberikan link sumber tulisan tersebut
      mohon ijin juga ya untk setiap artikel gambar yang di tampilkan
      terima kasih kritik dan saranya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: