Oleh: Worksite Pelita Hati | Februari 3, 2010

AWALUDDIN MA’RIFATULLAH

(Pengkajian Pelita Hati)

Di Tulis Oleh Suyetno*

Asal-muasal agama diturunkan agar manusia mengenal Allah S.W.T. Wahai saudaraku, sudahkan kita mengenal Allah? Siapakah Allah itu? Bagaimanakah Allah itu? seperti apakah Allah itu?

Ketahuilah wahai saudaraku, sebelum kita beribadah kita harus mengenal dulu siapa yang akan kita sembah, jika kita tidak tahu maka sia-sialah ibadah kita.

Ada sebuah maqola, ‘Amal tanpa ilmu sesat dan ilmu tanpa amal kufur.’ Jadilah orang Islam yang benar wahai saudaraku, agar amal dan ibadah kita punya esensi. Allah tidak cukup kita kenal namanya saja, tapi harus kita kenali zat, sifat, asma, dan af’al-Nya. Karena jika kita tidak tahu itu, dalam beribadah kita akan ragu-ragu dan selalu bertanya-tanya, apakah ibadah saya sudah benar/belum? Padahal dalam pandangan orang tasawuf jika kita masih demikian maka syiriklah kita. sebagai iktibar ada gambaran cerita di bawah ini: Kita  kenal nama SBY tetapi kita tidak mengenal zat, sifat dan af’alnya (ciri-cirinya). Suatu saat kita bersalaman dengan SBY. Apakah kita tahu kalau itu SBY? Tentu tidak saudaraku, yang terjadi kita akan acuh dan yang lebih parah lagi kita tidak punya adabiyah karena tidak tahu kalau dia presiden kita. Demikianlah walau Allah telah nyata di dekat kita,, kita tidak akan mengenal-Nya karena ketidatahuan kita terhadap zat, sifat, dan af’al  (ciri-ciri-Nya),

Ketahuilah wahai saudaraku ciri dari orang makrifat adalah punya adab yang sempurna (ahklakul mahmudah) Contoh: Dahulu sunan Bonang gara-gara mencabut rumput tidak sengaja beliau menangis dan minta tobat dengan Allah SW.T. Ini terjadi karena beliau telah makrifat, bahwa yang berhak mencabut nyawa adalah malaikattul maut, bukan Sunan Bonang. Pernahkan anda merenung hingga demikian? Wahai saudaraku, kita harus menggunakan akal dan fikiran agar kita mempunyai rasa halus dan bersosial tinggi.

Saudaraku makrifat secara bahasa/ etimologi/ lughot adalah mengenal. Kenapa sekarang kita tidak kenal Allah? Padahal dulu anda telah berdialog dengan Allah dan sanggup untuk memikul amanat dari Allah sebagai kholifah di muka bumi. Kembalilah ke jalan Allah agar kita jadi kholifah yang sempurna.

Inilah hijab-hijab kenapa kita tidak mengenal Allah:

  1. KUFUR/ INGKAR

Sebagai manusia kita harus menjalankan perintah Allah. Karena banyak orang islam tapi tidak mau menjalankan peritah-Nya. Bagaimana mungkin kita akan kenal Allah sedangkan kita tidak mau menjalankan perintah-Nya.

Contoh:

Kita seorang karyawan pada suatu perusahaan tapi kita tidak mau/memakai seragam perusahaan kita. Bagaimana mungkin atasan anda akan mengenal kita.

Kita mengenal ada 3 golongan muslim :

  1. Golongan yang mendirikan sholat.
  2. Golongan yang kadang sholat kadang tidak (enggan/malas sholat)
  3. Golongan yang tidak mau sholat

Jika kita mengaku seorang muslim, sholatlah seperti sholatnya Muhammad saw. Padahal beliau sudah maksum. Apa yang kita sombongkan saudaraku? jika kita tidak mau sholat. Hebat mana kita dengan Muhammad saw. Pelajarilah Islam secara kaffah ! Sholat adalah tanda apakah orang itu muslim atau bukan. Dengan sholat anda bisa bertemu Allah. Karena sholat mi’rojnya orang muslim.

  1. BODOH/ MERASA TIDAK MAMPU

Kita ingin jadi orang yang bermakrifat, tetapi kita bodoh dan tidak mau menuntut ilmu, mana mungkin? Padahal ilmu sebagai pelita hati dalam berjalan menuju akhirat. Kita harus kuasai ILMU, FAHAM, AMAL, dan YAKIN. Bukankah Islam menyuruh kita menuntut ilmu, walau sampai ke negeri china? Menuntut ilmu itu fardhu atas setiap orang muslim. lihatlah Gus Dur! Beliau benar-benar mempraktekkan hadits ini sehingga mata beliau tidak bisa melihat karena saking banyaknya membaca. Sadarilah saudaraku, ilmu akan membuat kita tinggi baik di hadapan manusia maupun Allah. Suatu saat setan akan menggoda orang (bodoh) yang sedang sholat, tapi ketika akan masuk di depan pintu ada seorang yang berilmu yang sedang tidur. Akhirnya syaithon takut dan tidak jadi masuk menggodanya, karena tidurnya orang yang alim lebih ditakuti syaithon daripada sholatnya orang yang bodoh. Renungkanlah saudaraku betapa tinggi derajat orang berilmu.

 

  1. SU’UDZON

Janganlah kita punya rasa buruk sangka baik dengan manusia ataupun Allah, karena hal ini akan membuat kita tertutup matahati. contoh:

Mentang-mentang kita lebih tua kita tidak mau berguru kepada yang lebih muda. Mentang-mentang Sang Guru berstatus sosial rendah kita tidak mau berguru. Jika kita memandang sosok yang kita gurui maka kita tidak akan mendapatkan ilmu makrifat. Karena manusia tempat salah dan lupa, maka kita akan kecewa bila Sang Guru melakukan kesalahan, tetapi jika yang kita cari ilmu maka sempurnalah musyahada kita. Renungkanlah saudaraku ! Sahabat Ali kw. Gara-gara ingin menuntut ilmu beliau mau berguru dengan Sang penggembala kambing. Bagaimana dengan kita? Padahal Sahabat Ali k.w.di jamin masuk surga oleh Allah.

  1. KESIBUKAN DUNIA

      Janganlah kita tertipu oleh dunia, karena semua harta. anak,dan istri, tidak akan kita bawa mati. Amalan sholihahlah yang akan kita bawa menghadap Sang Kholik. Pandanglah dunia ke bawah dan pandanglah akhirat ke atas. Manusia tidak akan pernah puas dengan isi dunia. Punya sepeda ingin motor dan sebagainya. Lihatlah Nabi Muhammad s.a.w. Beliau satu hari makan satu hari tidak. Kadang perutnya di ganjal pakai batu karena menahan lapar, dan ini semua sahabat pilihan meniru beliau. Ketahuilah saudaraku, kita tidak akan pernah jadi orang makrifat selama kita masih dalam keenakan makan dan minum. Anda harus merasakan lapar bila ingin dekat dengan Allah. Sahabat Abu Bakar ketika ditanya kenapa tidak pernah makan enak? Jawabnya karena kesenangan adalah bagian dari surga bila kita di dunia bersenang-senang jangan harap di akhirat anda akan masuk surga. Demikianlah kenapa para ahli tasawuf tidak mau bersenang-senang di dunia.

Wahai saudaraku jika kita benar-benar ingin jadi kekasih Allah kerjakanlah apa yang tersebut di atas, renungkan dan kaji ulang terus agar ilmu kita meresap ke hati sanubari dan darah daging. Kurangi tidur dan makan. jangan makan jika tidak lapar atau karena kita diberi/ di jamu makan. Janganlah kita tidur jika bukan karena tidur dengan tidak sengaja. Jika kita mampu maka jadilah kita orang khowas.

* Penulis Adalah Anggota Pengkajian Pelita Hati

About these ads

Responses

  1. terima kasih atas artikelnya,dapat jadi pengetahuan,dan pengingat bagi kita semua,semoga kita dapat mencapai ma’rifatullah,amiiin.

  2. assalamualaikum…saudara jika kita tidak kenal allah tetapi kita solat adakah solat kita diambil kira?

  3. alhamdulillah,,
    insyaALLAH,,//

  4. maaf sebelumnya…
    Apakah mengenal Allah lebih dahulu sudah cukup utk kita sembah ?
    Maaf jika dr kata” saya ada yg kurang nyaman, jika berminat kita saling sharing email saya…
    Email : rizkijuniadeputra@ymail.com

  5. ass…! salam bung suyetno, ada dahulu mendahului dalam ketikan anda mohon koreksi, antara Ilmu,paham,amal yakin (seharusnya Ilmu,paham yakin amal) dengan uraian sebagai berikut adanya ilmu dipahami dan adanya pemahaman diyakini gugurlah ia menjadi amalan..(
    .Istiqomah)

  6. Alhamdulillah..

  7. innamalmu’minuunalladzii idzaa dzukkiralloohu wajilad quluubuhum
    ,,sebagian dari tanda2 orang yang berma’rifat dengan allah swt,,
    ,,,,sang pemilik dan penguasa tunggal ,,,baginya segala puji,,,
    hamba yang sangat beruntung,,,mendapatkan cintanya,,,mahabbah,,denannya,,,,hamba pun berdo’a,,,
    allahummarzuqna hubbaka,,wahubbaman ahabbaka,,wahubbaman yuqarribunaabihubbaka,,,,amiiin,,

  8. kalau orang yang tidak belajar ilmu fardu ain….membaca ini…bisa sesat. ini lah yang di nama belajar lewat buku, mendengar dari orang tahu nya ALLAH tampa belajar….tahu nya manusia bagaimana?

  9. Salam saudaraku
    Banyak pelajaran dari penulisan saudara untuk dijadikan renungan…
    Tetapi disini aku ade persoalan sedikit untuk diuraikan. ?

    Dalam al quran ade gandi nama allah,tuhan,aku dan kami….
    Bagaimana untuk kita mengenal allah tuhan aku dan kami ini…

    Kenapa ade 4 kata ganti nama sedangkan yg kita perlu kenal allah…

    Sebab itu dikatakan awaluddinmarifatullah…awal agama mengenal allah…jika tidak keberatan bolehlah sekiranya saudara jelaskan…

    Aku sertakan email aku sekali dusini…

    Terima kasih saudaraku…aminn..

  10. Salam saudaraku Banyak pelajaran dari penulisan saudara untuk dijadikan renungan… Tetapi disini aku ade persoalan sedikit untuk diuraikan. ?

    Dalam al quran ade gandi nama allah,tuhan,aku dan kami…. Bagaimana untuk kita mengenal allah tuhan aku dan kami ini…

    Kenapa ade 4 kata ganti nama sedangkan yg kita perlu kenal allah…

    Sebab itu dikatakan awaluddinmarifatullah…awal agama mengenal allah…jika tidak keberatan bolehlah sekiranya saudara jelaskan…

    Aku sertakan email aku sekali dusini…

    Terima kasih saudaraku…aminn..

    Skylinesaiful@yahoo.com


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: